Edjakewa

Cerita tentang PLN

In Journal on January 10, 2011 at 8:59 am

Tulisan ini anggap saja ungkapan kekecewaan saya terhadap kinerja PLN di daerah saya.

Desember tahun lalu saya menghabiskan 2 minggu liburan saya di suatu kota di pulau Bangka, sebut saja ibu kota kabupaten Bangka (cari sendiri ya). Sepengamatan saya banyak kemajuan yang telah dicapai daerah tersebut. Terjadi pembangunan disana sini. Ekonomi bergerak ke arah positif di tempat ini. Sampai saat itu saya merasa puas dengan pembangunan dan kemajuan  yang ada di daerah saya.

Namun, beberapa saat kemudian, kepuasan saya kembali harus saya pertanyakan. Terjadi peristiwa mati lampu dalam jangka waktu yang tidak biasa. hampir 9 jam di siang hari saudara2 (saya lupa tanggal pastinya). Anda semua tentu mampu membayangkan betapa buruk peristiwa ini. Sebagai masyarakat, saya sangat merasa bahwa peristiwa ini sangaat  mengganggu kelancaran hidup saya, saya menjadi sangat tidak produktif, merasa waktu saya terbuang percuma, tidak bergairah atas kehidupan saya , saya merasa tidak berdaya pada saat itu. Mungkin ada banyak orang yang merasakan hal yang sama seperti yang saya alami (saya memang  belum melakukan wawancara, tapi atas ekspresi wajah orang-orang disekitar saya, saya meyakini dampak buruk peristiwa mati lampu ini). semua kemajuan, pembangunan , harapan akan kesejahteraan yang ada seketika menjadi semu, menjadi dipertanyakan kembali,  rusak oleh karena peristiwa mati lampu yang tidak biasa itu.

Intinya, saya mau katakan bahwa electricity telah menjadi kebutuhan mendasar bagi manusia, itu adalah hak asasi manusia (menurut pendapat saya lho) yang jika diambil ataupun tidak disediakan secara maksimal merupakan pelangaran atas kehidupan manusia (HAM). Manusia jaman sekarang tidak dapat hidup tanpa listrik bung!!!! Pengalaman hidup sekitar 8-9 jam tanpa listirik di siang hari adalah salah satu pengalaman yang buruk dalam hidup saya, dan akan menjadi pengalaman buruk yang tak terlupakan. Saya merasa kecewa atas peristiwa ini ,dan mungkin banyak orang lainnya meraskan hal yang sama seperti yang saya rasakan ( saya tidak dapat memberikan jumlah pasti karena saya belum melakukan wawancara ataupun riset mendalam atas hal ini. tapi saya dapat memastikan bahwa tetangga-tetangga saya sangat kecewa akan hal ini, dan tetangga dari tetangga saya juga merasakan hal yang sama. intinya kami semua, pada waktu itu, kecewa.)

Analisis lainnya yang dapat saya lakukan adalah mengenai kesejahteraan (sekali lagi, ini merupakan pendapat saya). Peristiwa mati lampu adalah peristiwa yang dapat mengagalkan program peningkatan kesejahteraan. Karena akan menghambat orang untuk bekerja dengan baik. Seperti yang sudah saya alami, ketika mati lampu, orang cenderung akan menjadi malas, tidak produktif, dan tidak punya semangat, dan kecewa. Kesejahteraan  hanya dapat ditingkatkan dengan maksimal apabila orang orang berusaha dengan maksimal untuk mendapatkannya. usaha maksimal ini tidak selalu dapat tercapai. Ada banyak hal yang dapat mengagalkannya, salah satunya adalah peristiwa mati lampu (baca kembali pemaparan saya mengenai efek negatif peristiwa mati lampu yang saya, tetangga saya, dan tetangga dari tetangga saya rasakan). Pada saat itu saya merasa menjadi manusia yang lemah, dan pada saat itu juga saya telah tertinggal (katakanlah satu langkah) untuk menjadi lebih sejahtera. Ekstrimnya, jika peristiwa mati lampu seperti ini terus dibiarkan, manusia (baca: orang Bangka) bisa mati miskin. hahaha.

Saya sadar bahwa mungkin berapa dari anda menganggap  tulisan ini terlalu berlebihan (mungkin juga tidak). Ini hanya ungkapan kekecewaan saya terhadap peristiwa mati lampu yang saya alami. Serius, hidup tanpa listrik seperti pengalaman mati lampu yang saya alami sungguh sangat menyiksa, sangat tidak baik untuk kehidupan lahir dan batin. Jangan sampai anda mengalami yang saya alami, cukup saya saja.

Semoga kedepannya tidak ada lagi peristiwa semacam ini, semoga PLN akan semakin tangguh dalam menyediakan listrik (yang merupakan kebutuhan mendasar manusia, bagian dari HAM) bagi rakyat Indonesia ini. Amen.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: